Minggu, 24 Juni 2012

Cerpen karya Andhika Puspita Siwi


HARUM PUSPITA
Karya: Andhika Puspita Siwi

“FUUH...” nafas dinginku menendang keras api lilin. Namaku Harum Puspita kini umurku menginjak 15 tahun, aku tinggal bersama nenek. Nenek selalu mengatakan padaku bahwa orangtuaku telah meninggal. Namun kini aku bukan anak kecil lagi yang bisa dibohongi, mereka meninggalkanku karena aku mengidap penyakit HIV, dan nenek selalu menolakku untuk pergi ke sekolah dengan alasan bahwa sekolah itu tidak penting, padahal yang sesungguhnya mereka menolakku. Untuk menutupi kebohongannya nenek membelikanku laptop dan mengajariku untuk memakai internet, dan ia juga yang mengajariku menulis dan membaca dengan baik. Aku memang tidak pernah mendapatkan pendidikan tetapi aku selalu belajar secara otodidak melalui internet. Sudah ke sepuluh kalinya aku menampilkan artikel mengenai HIV di situs Webku namun belum satupun orang memperdulikannya. Aku juga membuat halaman permintaan bantuan di facebook, sebanyak 10.000 orang menyukainya namun tak kunjung datang bantuan tersebut. Oh ya aku punya teman cowok namanya Chio Wang dari Jawa tetapi keturunan Cina. Dia menyukai semua artikelku yang ia baca lewat internet, bahkan ia mengajakku untuk bertemu.
Malam itu ketika nenek  tertidur, aku memberanikan diri untuk loncat melalui balkon dan menemui Chio di sebuah Kafe  Bali. Aku memakai jaket tebal dan penutup mulut. “Hai namaku Harum Puspita umurku 15 tahun baru saja” ucapku di hadapannya, “ah, hai Puspita silakan duduk” kami saling memandang “kenapa kau memakai masker?”, “nggak apa cuman sedikit flu” aku menundukkan kepala sembari menahan air yang menggenang di permukaan mata. Maaf Chio, aku berbohong sesungguhnya aku mengidap AIDS, aku hanya tidak ingin kau menjauhi dan mengucilkanku. Sejak pertemuan itu kami saling dekat hingga suatu hari kami menjalin hubungan berpacaran.
“Puspita!! Apa yang kau lakukan?!” sentak aku yang sedang melangkah mundur dari balkon langsung terjatuh mendengar sentakan nenek. “aku... ha..nya...ber..diri di sini..”, “bohong! Nenek tahu apa yang kamu lakukan setiap malam!! Apa kata tetangga?! kamu ini pengidap AIDS tapi setiap malam selalu pergi!” sentak air mata ini bercucuran deras membasahi pipi, dengan tersedu-sedu aku membalasnya dengan nada tinggi, “Nenek!! Aku memang pengidap AIDS!! Tapi apakah aku tidak boleh mempunyai hak yang sama seperti manusia biasa yang hidup sempurna yang  bisa merasakan sekolah, disayang orangtua, bisa pergi bersama teman-temannya?!  Mengapa pengidap AIDS seperti aku ini tidak boleh mempunyai hidup yang sama seperti mereka?! mengapa pengidap AIDS selalu dikucilkan?! mengapa!”, “Stop!! Mulai sekarang jangan berhubungan ataupun berpacaran dengan cowok itu!!”, “Nenek! Aku seorang pengidap AIDS, tapi aku tahu aku nggak berhak berpacaran karena tidak mungkin! Karena aku tidak akan lama di dunia ini! Bahkan aku akan mendahuluimu, nek...” “Puspita! Hentikan pembicaraanmu” sentak nenek sambil membalikkan badan dengan memegang dadanya seperti menahan tangis. Maafkan aku nenek... ini bukan yang aku mau.
Air mataku terus mengalir deras, kekebalan tubuhku semakin menurun, dengan keras aku memaksa jari-jariku untuk menulis sebuah cerpen untuk Chio yang akan ku kirimkan pada sebuah majalah malam itu juga. Setelah itu aku menemui Chio dari kejauhan, “Puspita kenapa kau menjauhiku seperti itu?!”, “mulai sekarang jauhi aku!!” teriak ku sambil membalikkan badan dan berlari kecil, Chio menyusulku dan memegang pundakku sembari membalikkan badanku, “lihat! Airmata kamu, aku nggak suka itu!” marahnya sembari memelukku dan mendekati bibirku, sentak aku menampar dan mendorongnya hingga terjatuh aku lari meninggalkan tempat itu, Chio tetap mengejar dan berteriak, “aku tak tahu apa yang terjadi?! Kau menamparku hingga jatuh seperti ini”, aku mendekatinya dan berkata dengan tegas, “aku mengidap AIDS.” Sentak pupilnya mengecil dan berjalan mundur menjauhiku, “aku tahu Chio kamu sangat membenciku dan malu padaku, aku juga tidak ingin hidup seperti ini, aku janji aku tidak akan menemuimu lagi”. Pandanganku mulai kabur, nafasku sesak, badanku lemas. 5 hari aku tidak sadarkan diri bahkan Dokter memfonisku bahwa aku akan meninggal bulan itu juga. Nenek selalu berada di sampingku sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, hingga membuat hati ini sejuk. Perlahan aku membuka mata, aku melihat Nenek, dan Chio sentak bibir ini terangkat ke atas. Kepalaku mulai pening ketika melihat banyak orang  dan kamera di sekeliling ruang. Ternyata dalam waktu 3 hari cerpen nyata tentang diriku telah populer di majalah-majalah terkenal, bahkan sekarang cerpen itu diperpanjang untuk pengerjaan film layar lebar. Satu bulan kemudian setelah aku pulih total, aku menerima wartawan untuk mewawancaraiku, Dokter yang menanganiku saat itu juga hadir dan berkata bahwa ia tidak percaya, “Saya kagum dengan anak ini”, “Saya akan berjuang untuk tetap hidup dan memberikan semangat kepada pengidap AIDS di seluruh dunia seperti saya bahwa kita berhak mendapatkan pengobatan supaya hidup sempurna”.
Satu tahun kemudian tepat cerpenku menjadi populer di dunia, dan film yang diangkat nyata dari kisahku aku dipercayai untuk menjadi duta besar penyakit HIV sedunia dan diberi kesempatan untuk berpidato di Colombia University yang dihadiri oleh Presiden Obama, sebelum pada akhirnya aku menutup mata tepat di hari ulangtahunku yang ke 16. “Nenek maafkan... aku ingin tinggal tenang. ini semua bukan yang aku mau nek. Aku juga ingin hidup sempurna tak ada airmata dan derita di dunia. Tapi aku nggak bisa menentang garis kehidupan. Ikhlaskan aku untuk pergi di sisi Allah SWT dengan tenang, nek”, Nenek memegang tanganku kencang dan menangis deras. Aku membasuh airmatanya, “nenek... aku ingin melihat nenek tersenyum untukku kali terakhirnya” Dengan mata yang sembab  nenek menunjukkan senyum manisnya di hadapanku. Akupun membalasnya dengan senyuman dan meninggalkan kenangan. Chio yang saat itu menuju rumahku dengan membawa bunga sentak terjatuh dan menangis tersedu-sedu saat melihat bendera kuning terpasang di pagar rumahku dengan beberapa orang yang memakai baju hitam sembari melantunkan surat Yassin. Saat terakhir aku menutup mata dan meninggalkan dunia aku harap namaku tetap dikenang sebagai Harum Puspita, yaitu bunga yang harum.


Nb: if you found any similar things in this story just pardon me, because this is only story.
i makes the english version later. will post u as soon as i can.

Kamis, 17 Mei 2012

Andhika Puspita Siwi tour to Bali



Nb: di pulau penyu


Nb: Depan Sangeh


Nb: Di dalam Sangeh


Narsis dikit yaaah :)



gb di atas adalah pohon lanang-wadon karena pohonnya menggambarkan jenis kelamin laki-laki-perempuan, akan aku tunjukkan lebih dekat lagi yaaa...

Ini dia:
 hehe sudah jelas begete kaan... :}




Nb: ini gue pakai baju merah + gelangjam, yang sebelah kiri pakai baju merah muda itu sahabat aku, kita berdua kompak kaan, memakai baju aliran merah, kacamata, juga hiasan tangan.. hehe

narsis yah, cantik-cantik lagi


Nb: tanah lot yang diresmikan oleh Ibu Megawati



narsis dulu ahh di Tanah Lot manis beget ye pakai baju hijau wkwkwk... ini keponakannya ratu pantai selatan, hehe...
foto di atas itu habis pensucian pakai airnya orang hindu, katanya percaya gak percaya nih.. selesai membasuh muka dengan air tersebut atau meminumnya kita menjadi cantik, selesai dibasuh dengan air suci dikasih tuh beras di atas kepala and bunga di kuping. kalau di India pakai merah-merah kalo di Bali pakai beras so kalo gi laper baget gitu langsung ambil aja deh beras di jidat nya hehe... bercanda :D
Bli nya juga narsis yaah :D hehe...



narsis dulu ah unguungu di asrama Bali, Catur Adiputra


 ini di dalam asrama hotel Catur Adiputra

 hahaha numpang narsis aja di tempat oleh-oleh, kagak beli makanannya malah numpang narsis di sono. xixixi sudah kaya yang punya aja ya hihi Amiin aja deh wkk.
di sana cuma beli kopi khas tabanan aja, cz kopinya super enak.


 ini menuju pulau penyu, naik kapal :D

foto narsis ama adekadek bule dari Spanyol.
lucu sih waktu minta foto pakai bahasa Inggris, eh ternyata mereka bisa Bahasa Indonesia. katanya mereka tinggal di Indonesia sudah 4 tahun. xixixi GoxiL -,-

 uwuw cuteee abss itu fotonya sedikit ketakutan (takut burungnya mencabik-cabik aku) emmm.. tapi tak apalah mencabik kulitku yang penting jangan mencabik hatiku. #EAAAAA ;D

 pulang keluar dari pulau penyu by kapal yg lajunya kenceng bgt, rambutnya udah kaya benang kusut, hehehe.

 cuma bisa foto in itu, ga bisa ikut. ga punya enough money untuk ikutan itu uhuhuhu :(
 sepulang dari pulau penyu nemu bintang laut unyunyu...

 ini foto di dreamland, samping kanan foto assistance saya, hehehhe bercanda buuk Peace... :*

 wahh ini gadis-gadis sampul lho numpang narsis di depan Dreamland

 ini mereka lagi ngapain yaaah???
oooooh temanteman mereka itu lagi memuja dewa, sama kayak tadi yang di tanah Lot dikasih air, bunga and beras dijidat xixixi... tempat ini diambil di GWK

 Suasana di asrama hotel (balcony) di pagi hari

 itu di salah satu tempat wisata yang aku lupa namanya heheheh, waktu itu di restoran..

 lagi ramerame nonton tari kecak malam harinya :)



NB
JANGAN DIBAJAK
TERIMAKASIH
BY ANDHIKA PUSPITA SIWI.BLOGSPOT.COM

Sabtu, 05 Mei 2012

CERPEN KARYA ANDHIKA PUSPITA SIWI


FOOL OF LOVE
Oleh: Andhika Puspita Siwi

Matahari yang kian meninggi di atap gedung sekolah sudah tak bersahabat lagi. Langkah kakiku terhenti di depan Ruang Tata Usaha. Aku rogohkan Handphone yang bergetar di saku rok miniku. Dengan gegas ku buka pesan masuk, ternyata hanyalah pesan kosong dengan sim card tak bernama, aku tekan tombol merah pojok dan kembali memasukkannya dalam saku. Hitungan dua langkah handphoneku kembali bergetar. Sebuah pesan dari nomor yang sama,
“Hai… aku penggemarmu”
Hah, secret admirer…? Paling-paling juga temen yang ngerjain.. batinku sok tahu sembari terburu-buru jalan menuju koridor pintu luar, dan memasukkan HP ke dalam tas.
Sore yang sedu,  saat mengantuk ria seperti ini, aku harus menyelesaikan semua tugas rumah, selesai itu masih menyelesaikan tugas sekolah yang telah menumpuk di catatan merah. PR Kimia, Fisika, dan Bahasa Indonesia haruslah selesai sekarang juga. Jam di dinding terus berhitung hingga menuju angka 12.00. Tak terasa mata ini sudah mulai letih tuk menahan rumus-rumus, hingga aku terlelap di atas meja belajar, dan kembali sadar saat adzan subuh diperdengarkan.
Angin di sekitar perbukkitan menyelimuti tubuhku yang kurus. Sekitar pukul 06.05 dengan Revo-ku ini aku digiring ke Sekolah. Sederet kegiatan yang memadati seluruh waktu kehidupanku, membuat aku lelah dan pingsan saat pelajaran Olahraga berlangsung. Untunglah aku sadarkan diri setelah 1,5 jam kemudian. Badanku sentak tak berdaya selama di UKS. Sehingga harus pulang ke rumah untuk beristirahat dengan nyaman.
Bukan karena aku pulang awal kemarin, menjadikan alasan agar hari ini masih harus tinggal di rumah. Sesuai dengan sifatku yang disiplin, aku nggak pernah mbolos sekolah. Sekolah masih begitu sepi, angin-angin mendayung pelan dedaunan kering di lapangan basket. Aku baru saja ingat, sudah berapa lama tak membuka handphone. Dengan semangat ku ambil HP itu dimana kali terakhir aku menaruhnya di dalam saku tas. Beberapa pesan menumpuk di kotak masuk. Nomor yang sama satu hari silam, kali ini dia sudah benar-benar gila, dia berkata bahwa ia menyukaiku.
“Aku penggemarmu. Aku Alex, kelas 11 ips 4. aku suka sama km. km gmn?”
Aku hanya tersenyum ketika membaca pesannya sekilas. Anak ini amat lugu. Aku baca pesan selanjutnya yang menanti. Masih tetap pada nomor yang sama:
“oh maaf za, aku bener2 minta map… aku gak tau klo km sudah pya cowok… yang tdi lupain aja”
Haha sangat lugu…
Akupun menjawabnya:
“siapa bilang aku pnya cowk? Aku masih single kok…”
Dalam hitungan detik aku mendapatkan responnya kembali,
“yang bener?”
“iya!”
“jadi, gmn? Km mau jadi cewekku nggak?”
“emm… ak kan blum knal km… kita pedekate dulu aja kali ya…?”
“yang bener???!!!! Yessssyesyessss!!!!! Makasih ya!!! Jadi aku boleh dong ganti namamu sekarang juga di HPku…”
“hah? Maksdnya?”
Satu perempat jam kemudian aku tak mendapatkan respon apapun. Jam pertama aku ada di lantai dua. Mata yang telanjang ini berkeliaran di sekitar, entah apa yang di cari. Tiba-tiba saja mata ini tak sengaja melihat sebuah badge nama yang bertuliskan “ALEX”. Dia terlihat begitu sibuk dengan buku-buku yang digendong tangan kirinya.
“dia nggak tahu aku Fan!” teriaknya ke Fanny.
Aku masih dengan memegang HP, namun tak ada berita apapun di layar, hingga seminggu lamanya tak mendapatkan sebuah laporan dari anak itu. Aku kembali ke layar HP dan membuka pesan:
“km dpt no.ku dri Fanny ya…?” kemudian ku kirim ke Alex.
Tidak ada respon sama sekali, hingga akhirnya aku bertekad untuk mencari informasi sendiri secara diam-diam. Namun rencana itu gagal, aku tak mendapatkan informasi apapun.
Malam sunyi HP ku berdering nyaring . sebuah pesan dari Alex, pesan yang ku tunggu kian lama, akhirnya datang jua.
“malem… J
“iya,mm… km itu Alex syp y?”’’
“ak Alex, Alex Zacky.. km gk tau za?”’
Aku kembali mengingat nama itu yang pernah melewati hariku beberapa bulan silam. Oh My God, cowok itu adalah orang yang menolongku. Alex Zacky, anak paskibra yang meminjamiku topi upacara. Jadi pagi itu adalah hari pertama upacara, setelah beberapa hari sebelumnya mengikuti kegiatan Ulangan Tengah Semester. Ketika itu aku masih duduk di bangku kelas 10. Sialnya tas yang aku bopong tak menyimpan topi upacara, tapi untung ada cowok dengan baik hati meminjamkan topi upacaranya untukku,
“aku punya dua… tapi, yang satu lecek” ucapnya dengan suara polos.
Aku mengambil topi itu dengan sedikit jijik,
“oh terimakasih… makasih banget… aku pinjem dulu ya, nanti aku kembalikan…”
Begitulah kejadianku sekilas yang masih tersimpan di dalam memori.
Tetapi aku masih bingung dengan anak lugu itu, kami dari kelas 10 beda kelas. Sekarang dia kelas ips dan aku kelas ipa, dan untuk ketemupun bisa dikatakan tidak pernah. Tapi, mengapa cowok tersebut dapat menyukaiku.
“km dpt no ku dr syp?”
“aku dpt no mu dari Fanny. Waktu itu aku minta nomer kamu, wktu ak lihat km di depan ruang Tata Usaha. Aku blg ke Fanny klo aku suka ma km, aku blg juga ma dy klo km cantik n manis…”
Dari situlah perlahan-lahan aku mengambil informasi. Bulan ini adalah bulan ulangtahunku yang ke 16 tahun, berharap ada seseorang yang memberiku kejutan tanggal 28 nanti.
Esok ini tepat tanggal 28, dimana setelah kian lama aku menanti. Namun sepertinya suasana terlihat garang, segarang matahari waktu itu. Aku diinterogasi oleh ke-enam sahabatku mengenai sikapku yang semakin lama semakin berubah. Namun semua itu hanyalah kejutan belaka yang membuatku terharu dan menangis. Mereka menertawaiku.
“yes!!! Kita berhasil! Kita bisa buat Tiwi nangis juga akhirnya” kata salah satu di antaranya.
“terimakasih kalian telah telah membuatku menangis terharu, tahukah kalian… walaupun kalian teman, sahabat namun kalianlah orang pertama yang memberiku kejutan… orang pertama yang paling awal tahu kalender birthdayku… daripada mamah dan papah…” jawabku sembari menangis. Mataku berkaca-kaca, hidungku memerah. Mereka memelukku.
“maksudmu apa?” tanya Yuli, sang leader sahabatku.
“orangtuaku… nggak tahu kalau hari ini aku ulang tahun…”
Mereka semua menangis mendengar perkataanku. Yuli dan teman-teman yang lain menenangkanku. Aku melihat Alex di depan mataku, berharap aku mendapatkan ucapan selamat ulang tahun darinya. Namun semua itu tak sejalan dengan anganku. Selama seminggu itu dia tak mengucapkannya sama sekali. Walaupun nama Alex dalam layar pesan membuat ku terkejut, sekejap membuat kecewa kembali setelah aku mengetahui ternyata isi pesan itu hanyalah menanyakan apa yang sedang aku lakukan saat itu. Sungguh pertanyaan bodoh yang aku terima. Bahkan dia tak mengetahuiku menangis.
Siang itu aku sebagai anggota OSIS menerima pengumuman bahwa sekolah akan diadakan lomba pemilihan ketua OSIS dengan sistem seperti pemilihan Presiden, Gubernur, atau Walikota, dan tentunya dengan persyaratan tertentu. Aku hanya mengelaknya, dan kembali fokus pada pelajaran saat itu. Listrik di sekitar sekolah mati, otomatis AC di dalam ruangan juga mati. Aku keluar dan duduk di bangku teras kelas, sembari banyak mengobrol dengan teman.
“Tiwi! Kamu sms-an sama Alex ya.. Alex kemarin tanya tentang kamu ke aku lho… kalau nggak percaya tanya Dita tuh…” cerita Eva dengan suara menggoda dilanjutkan dengan godaan teman-teman yang lain. Angin di luar tak sesejuk tadi, ketika dia membelokkan pembicaran yang asyik. Aku kembali masuk ke kelas dan siap berkemas pulang.
Esok ini aku berangkat agak telat, karena makanan di dalam perut menumpuk, jadi aku harus membuangnya terlebih dahulu. Sekolah begitu ramai, tak seperti biasanya. Semua mata melirik ke arahku, membuatku berpikir keras bahwa apa yang sedang mereka perbincangkan mengenaiku.
“Aleeeeeex………” begitulah goda Edison, yang membuatku mengerti apa yang sedang mereka pikirkan dan perbincangkan. Sepertinya gosip telah menyebar. Suara nyanyian burung hantu tentang nama Alex mengiringi langkah kakiku.
Satu bulan berlalu aku belum juga menjawab pertanyaan itu, Alexpun dengan masih setia menunggu jawaban tersebut. Sebenarnya ada dua hal yang membuat aku molor, yang pertama 50% dalam pandanganku dia itu lugu dan bodoh tentang cinta, dan 50% hambatanku untuk menolaknya karena motivasi positif dari teman-teman yang banyak bercerita bahwa dia itu selebih-lebihnya.  
Semenjak nyanyian burung hantu, dan semenjak Alex mencalonkan diri sebagai ketua OSIS, gosip itu semakin menyebar dan  hangat. Apalagi dengan adanya pemilihan ketua OSIS dimana banyak burung-burung kutilang yang bertanya-tanya kepada siapa akan ku contreng calon yang bakal jadi ketua OSIS.
Aku mencontreng foto Alex siang itu juga dengan syah. Satu hari berlalu, esoknya adalah pengumuman. Pengumuman mengatakan bahwa Alex gagal menjadi ketua OSIS yang baru, karena jumlah perolehan suara di bawah nomor satu. Hari itu juga teman-teman sekolah memberi tema pada gosip mereka dengan nama “ketua OSIS gagal, Tiwi pun jadi”. Gosip yang konyol. Kali ini aku memberanikan diri untuk bertanya dan mengklarifikasikan tentang gosip yang telah beredar akhir-akhir ini. Ternyata dia juga tidak tahu mengenai itu, dia hanya menanyakan bagaimanakah aku kalau di kelas kepada Eva dan Dita. Namun, aku memperoleh informasi tak hanya mereka berdua, tetapi masih banyak lagi. Ia membiarkan gosip itu menyebar apa adanya menjadi kenyataan. Aku kembali bertanya pada manusia bodoh itu, kenapa dia tak memberiku ucapan selamat ulang tahun, ketika ulangtahunku tiba. Anak bodoh itu menjelaskan bahwa ia benar-benar tidak tahu. Dia segera memberikan ucapan-ucapan manis sebagai ucapan selamat ulang tahun, yang sesungguhnya membuatku ennek.
Seminggu berlalu gosip itu masih saja menyelimuti SMA Bintang 10 Semarang. Kali ini bukan siswa saja, tapi Guru. Banyak Guru yang melaporkan diri kepadaku bahwa mereka telah membuat Alex malu mengenai gosip di antara kami. Gosip ini benar-benar membuatku seperti menjadi artis sekejap, banyak warga sekolah yang membincangkan tentang aku. Namun banyak di antara mereka yang memberikanku masukan positif mengenai Alex. Aku kembali hadir pada pesan masuk Alex untuk memberikan bela sungkawa karena dengan tidak diterimanya dia sebagai ketua OSIS yang baru. Dengan sikap dewasa, namun dengan sedikit bodoh dia menjawab:
“iya, gpp lagian aku aslinya dipaksa sama guru bhs. Jawa uog”
Akupun menyelipkan lelucon,
“habis…… tim suksesnya bukan aku sih! Coba aja klo aku, pasti menang! Hehe” godaku.
Istirahat pertama aku menuju kantin kejujuran. “mbak… ini dari kami ada acara nyatakan cintamu melalui gery salut…” tawar mbak-mbak sales di depan kantin, namun aku mengelaknya dan terus masuk ke kantin untuk segera mendapatkan minuman.
Satu minggu telah terlewat namun gosip antara aku dan Alex tak henti-hentinya mendengung di gendang telinga. Dari kelas 10, 11, 12 bahkan Guru-guru pun memperbincangkan kami.
Hari itu sangat melelahkan, aku pulang sore. Sesampai di rumah aku langsung meletakkan badanku di atas ranjang yang empuk untuk tidur selama 2 jam. Bangun tidur, aku langsung mengisi baterai HPku yang habis. Satu pesan dari Alex.
“dengerin radio CafeKiss FM ya…”
“mav baru bls, ru bgun tidur. Emang ada apa di radio?”
“ada gery salut yang nyatakan cinta. Tapi nggak jadi, soalnya nggak dibacain, map ya bebh..” begitulah ia memanggilku akhir-akhir ini.
“emang buat siapa?”
“buat km.. hehe. Tapi nggak dibacain uog, padahal bagus lho…”
“hm… iya, makasih. Km romantis bgt yaJ lagian kenapa kamu kasih ke gery salut? Bukankah seharusnya aku? Coba kalau kamu kasih ke aku, km dpt apa hayo… wkwk:P” godaku.
“ya… kan skenarionya kmu nti aku kasih tau tuk dgerin CafeKiss FM, trus km dengerin, gitu…”
“emang isinya apa sih? #penasaranih”
“ya nanti aja ya… biar km tambah penasaran… hihi”
Aku menitikkan air mata betapa sangat tololnya aku mengatakan orang yang tulus mencintaiku sebagai cowok tulalit dan bodoh tentang cinta. Seharusnya aku mendapatkan kalimat itu untuk diriku sendiri. Aku tak sejauh itu mempunyai pikiran untuk mengambil selebaran gery salut dan menuangkan kata-kata indah di dalamnya untuk Alex. Sedangkan ia melakukannya untukku, ia bahkan membuat kejutan untukku melalui radio. Aku kembali diingatkan oleh Film India yang berjudul “Koi Mil Gaya” yang menceritakan tentang seorang gadis cantik normal mencintai pria idiot, dimana aku mendapat pelajaran bahwa mencintai cinta apa adanya dengan ketulusan, maka kita akan mendapatkan kesempurnaan, masih sama seperti sebuah ending dari film Koi Mil Gaya.
Aku berencana akan menerima cintanya, jika ia mengajakiku nge-date, membicarakannya secara dewasa, dan face to face, dan aku  pilih 50% motivasi positif dari beberapa teman. Namun sebuah penantian dari persyaratan tersebutlah, membuat ia menunggu lama apa itu jawabanku, dan menyebabkanku molor.

Meresensi Novel


Resensi Novel Terjemahan

Cita-cita Besar Sam McQueen Kecil

Judul Buku   : Ways to Live Forefer ( Setelah Aku Pergi )
Penulis         : Sally Nicholls
Penerjemah  : Tanti Lesmana
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008
Tebal            : 214 halaman
Harga           : Rp 40.000,00


Sinopsis :

                  Mengidap penyakit yang mematikan adalah berita paling buruk. Jika saja dokter mendiagnosa anda menderita leukemia. Apakah anda bisa tegar menjalani hidup? Kita membayangkan hidup yang tinggal menghitung hari dan menjalani hari-hari yang menyesakkan. Namun berbeda dengan Sam McQueen. Sam menuangkan kisahnya yang berusaha untuk menghadapi segala kemungkinan dalam hidup dengan tabah pada sebuah buku.
                  Seorang gadis Stockton, duapuluh tiga tahun yang mewujudkan kisah Sam dalam sebuah novel. Ini adalah cerita fakta Sam McQueen. Sam menulis dimulai tanggal 7 Januari, berakhir tanggal 12 April. Kisah dibuka dengan Sam memperkenalkan diri, Sam yang baru berumur sebelas tahun, Sam yang suka mengunpulkan cerita-cerita dan fakta yang fantastis, Sam yang tengah mengidap leukemia hingga akhirnya dia menulis kalimat menyentuh. “ Saat kalian membaca buku ini, kemungkinan aku sudah pergi ”. bayangkan bagaimana menderitanya anak sekecil Sam mengidap leukemia, yakni sejenis kanker yang menyerang sel-sel darah manusia.
Sam menyukai fakta-fakta. Dia penasaran tentang hantu dan UFO, film horor, ilmuwan, balon zeppelin dan kematian. Sam mengidap leukemia, karena itu dia ingin tahu fakta-fakta tentang kematian. Sam membutuhkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang enggan dijawab orang. Ada beberapa daftar pertanyaan Sam yang belum terjawab. “ 1. Bagaimana kita tahu kita sudah mati? 2. Mengapa tuhan membuat anak-anak jatuh sakit? 3. Bagaimana kalau ada orang yang sebenarnya belum mati, tetapi dikira sudah mati oleh orang-orang lain,apakah dia akan dikubur hidup-hidup? 4. Sakitkah kalau mati? 5. Seperti apakah kelihatannya orang yang mati,atau apa rasanya? 6. Kenapa sih orang musti mati? 7. Ke mana orang pergi setelah mati? 8. Apakah dunia ini masih ada setelah aku tidak ada?”. Mungkin anda bisa menjawab.
                        Ways to Live Forever adalah buku harian Sam yang berisi daftar-daftar, cerita-cerita, foto-foto, berbagai pertanyaan dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Pandangannya yang jernih tentang kehidupan dan kematian membuat buku ini menjadi salah satu buku yang paling membangkitkan semangat dalam menghadapi salah satu fakta kehidupan yang tak terelakkan. Disela-sela kesakitannya, Sam menulis hal-hal yang ingin dilakukannya :
1. Menjadi ilmuwan terkenal
2. Memecahkan rekor dunia
3. Menonton semua film horor yang tidak boleh ku tonton, film-film berlabel 15 tahun keatas atau 18 tahun keatas
4. Naik eskalator untuk turun dan turun untuk eskalator naik
5. Melihat hantu
6. Menjadi remaja. Melakukan kegiatan-kegiatan remaja misalnya minim-minuman, merokok dan punya pacar
7. Naik balon Zepplin
8. Naik pesawat ruang angkasa dan melihat bumi dari luar angkasa
Masih banyak lagi keinginan bocah yang masih polos dan penuh fantasi. Diakhir tulisannya masih saja dia bisa bercanda dengan menuliskan pendapatnya bahwa “ Seharusnya upacara kematian dibuat asyik. Para pelayat jangan menggunakan pakaian hitam. Kalian semua mesti menceritakan kisah-kisah lucu tentang aku, jangan yang sedih-sedih”.
Terlihat jelas bahwa dalam menghadapi hidupnya, Sam tidak pernah mengeluh sakit. Hingga akhir hayatnya. Jika yang sakit parah seperti Sam saja sanggup menghadapi dan mensyukuri hidup. Mengapa banyak orang yang sehat kurang bisa bersyukur? Buku Sam ini seolah mengajak kita belajar dari ketabahan Sam dalam menghadapi kematian.

contoh PROPOSAL


ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
OSIS
SMA NEGERI 10 SEMARANG
Jalan Kapas Utara Telepon (024) 6594078 – 707081311 Semarang
 

PROPOSAL
SEMINAR BAHAYA NARKOBA BAGI KAUM REMAJA
SMA Negeri 10 Semarang

1.                  Pendahuluan
Pada masa modern saat ini pergaulan remaja dipermudah. Tetapi jika tidak didasari rasa tanggung jawab terhadap kepercayaan orang tua mereka, terkadang para remaja masa kini terjerumus pada hal-hal yang menyebabkan masa depannya hancur, misalkan seperti hamil di luar nikah ataupun penyakit yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba.
2.                  Latar Belakang
      Kegiatan yang akan kami laksanakan guna memperbaiki moral remaja masa kini untuk tidak mengkonsumsi narkoba agar dapat menjadi penerus bangsa yang berakhlak mulia, selain itu kegiatan ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa banyak pemimpin bangsa yang menjadi panutan yang tidak pantas bagi generasi saat ini ataupun yang akan datang.
3.                  Tujuan
                  Kegiatan “Seminar Bahaya Narkoba Bagi Kaum Remaja” yang akan dilaksanakan bertujuan sebagi berikut :
a.       Membimbing remaja masa kini dan yang akan datang agar berakhlak mulia.
b.      Agar siswa lebih memahami tentang bahaya penularan  HIV / AIDS, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh penggunaan narkoba.
c.       Memberikan pembimbingan untuk merubah masa depan bangsa dan Negara yang lebih baik.













ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
OSIS
SMA NEGERI 10 SEMARANG
Jalan Kapas Utara Telepon (024) 6594078 – 707081311 Semarang


4.                  Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu    :     14 November 2011
Tempat   :     SMA Negeri 10 Semarang
5.                  Sasaran
Siswa SMA Negeri 10 Semarang.
6.                  Acara dan Kegiatan
a.       Pembukaan
b.      Sambutan ketua OSIS
c.       Sambutan Kepala Sekolah
d.      Pengarahan dari Motivator
e.       Pengarahan dari Dinas Rehabilitasi Narkoba
f.       Permainan
g.      Penutup
7.                  Susunan Kepanitiaan
Pelindung                 :  Kepala Sekolah
Pengarah                  :  Dinas Rehabilitasi Narkoba Kecamatan Genuk
Penanggung Jawab  :  Andhika Puspita Siwi (Ketua OSIS)
Ketua Panitia           :  Enjelita Martha Sevilla
Wakil Ketua             :  Rehan Chan
Sekretaris                 :  Erla Diamond
Bendahara                :  Kenzo Rolla
Seksi Acara              :  Bayu Yudhoyono
Seksi Dana               Derqa Arumcute
Seksi Humas            :  Tegar Sabiroto
                  Seksi Keamanan       :  Jago Ayamungkir
















       ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLA
  OSIS

SMA NEGERI 10 SEMARANG
Jalan Kapas Utara Telepon (024) 6594078 – 707081311 Semarang 50112


Seksi Dokumentasi  : Bonalisa Gegerisal
Seksi Peralatan         :  Peni Eraseris
8.                  Anggaran
·         Anggaran Pengeluaran
a.   Honor motivator                              Rp.         500.000,00
b.      Honor pengarah                               Rp.         400.000,00
c.       Spanduk                                           Rp.         100.000,00
d.      ATK dan peralatan                          Rp.         200.000,00
e.       Konsumsi                                         Rp.      1.300.000,00
f.       Hadiah                                             Rp.         300.000,00
g.      Lain-lain                                           Rp.         200.000,00  +
Jumlah Total                                     Rp.      3.000.000,00
·         Anggaran Pemasukan
a.       Siswa 21 kelas @ Rp. 120.000        Rp.      2.520.000,00
b.      Komite OSIS                                   Rp.         180.000,00 
c.       Komite Sekolah                               Rp.         300.000,00  +
      Jumlah Total                                                 2.820.000,00









ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
OSIS
SMA NEGERI 10 SEMARANG
Jalan Kapas Utara Telepon (024) 6594078 – 707081311 Semarang 50112
 

9.         Penutup
      Proposal ini kami buat dengan harapan pihak yang berwenang turut berpartisipasi dalam kegiatan yang akan kami laksanakan ini. Semoga Tuhan memberi kelancaran acara ini.
                                                                              Semarang, 7 November 2011 
Ketua OSIS,                                                                Ketua Panitia,


Andhika Puspita Siwi                                                Enjelita Martha Sevilla
NIS 2105897                                                             NIS 2105096

Menyetujui,                                                               Mengetahui,
Kepala sekolah                                                         Wakasek. Urusan Kesiswaan




                  Mulyati, S.Pd, M.M                                                 Sugiyono Sartio, S.Pd
                  NIP 103219952007                                                  NIP 100319972009